Soal Madu yang bisa menyembuhkan luka, HollyBee punya sedikit cerita, nih. Begini ceritanya, salah seorang teman HollyBee jika terkena flu dia akan mengalami iritasi pada cuping hidungnya. Lubang hidung memerah pada awal flu, lalu lama-lama iritasi dan seperti lecet-lecet. Kondisi itu tentu sangat mengganggu, selain tidak nyaman penampilan pun menjadi kurang sedap dipandang, karena iritasi akan melebar hingga di sekitar bibir atas.

Di tengah kebingungan iritasi yang tak kunjung sembuh tersebut, HollyBee menyarankan untuk mencoba pengobatan menggunakan madu. Caranya sangat simpel, cukup dioleskan tipis-tipis pada daerah yang teriritasi. Amazing, 2 hari luka mengering dan 3 hari iritasipun sirna.

Lalu mengapa madu bisa menyembuhkn luka?

Madu selama kurun waktu berabad-abad telah dimanfaatkan untuk perawatan luka dan juga borok. Madu mengandung glukosa dan juga sebuah enzim yang disebut dengan oksidase glukosa. Pada kondisi yang sangat tepat, oksidase glukosa bisa memecah glukosa pada madu menjadi zat hidrogen peroksida, sebuah zat yang mempunyai sifat antiseptik yang kuat. Untuk dapat menjadi aktif dan mengurai glukosa pada madu, oksidase glukosa membutuhkan lingkungan dengan pH antara 5,5 hingga 8,0 dan natrium. PH dari madu murni berkisar antara 3,2 hingga 4,5 terlalu rendah untuk dapat mengaktifkan enzim. Kulit dan cairan pada tubuh (misalnya darah) mempunyai pH yang relatif tinggi dan juga mengandung natrium sehingga dapat memberikan suatu kondisi yang sangat tepat untuk melakukan pembentukan hidrogen peroksida. Itulah sebabnya madu dapat mengobati luka dan borok.

Nah, sekarang pahamkan, mengapa madu bisa menyembuhkan Luka?

Dahsyat, Ternyata Madu Bisa Mengobati Luka, Kok Bisa?!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *